MOMENTUM KETENTUAN ALLAH, ANTARA ADL DAN FADHL

  • Whatsapp

Kemarin malam kita membahas terkait dengan momentum setiap orang, Momentum setiap orang itu ada dua hal, ada momentum yang terencana ada momentum yang tidak terencana ada pula momentum yang terkait dengan Allah SWT dan semua momentum yang terkait dengan Allah SWT semua terencana dan semua yang terbaik untuk kita yang menjadi sasaran daripada momentumnya Allah SWT yang disebutkan di antara sifatnya adalah كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ  ,فِي شَأْنٍ itu adalah menentukan suatu ketentuan dan keputusan serta takdirnya kepada hamba-hambanya itu selalu yang terbaik bagi mereka,

Karena apapun yang dilakukan oleh Allah Ta’ala itu tidak lepas daripada 2 hal, kalau tidak ‘adl ya fadl kalau tidak karena keadilannya atau karena karunianya, Itu yang disebutkan oleh para ulama’, Itu terkait dengan momentumnya Allah SWT, Lalu momentum kita? Kita sudah bahas sebagian daripada momentum kita yang pertama yaitu momentum kita itu ada yang terencana dan ada yang tidak terencana,

Dan kita sudah jelaskan bahwasanya yang terencana lebih banyak daripada yang tidak rencana, Harusnya yang terencana ini yang lebih banyak terjadi pada kita, kita itu harus merencanakannya, Masalahnya banyak di antara saudara-saudara kita yang mempersiapkannya dan merencanakannya dengan matang,

Padahal perbandingannya kalau untuk urusan dunia, urusan kesehatan, urusan penyakit, urusan sesuatu yang menakutkan mereka itu mempersiapkannya, mencanangkannya,  memplanningnya, merencanakannya dengan matang, Tapi kalau urusan akhirat yang bukan cuma membahayakannya dalam batas waktu yang pendek yaitu 60 tahun sampai 70 tahun tapi selama-lamanya nanti di akhirat justru kita lupakan,

Oleh karenanya Allah Ta’ala berapa kali di dalam Al-Quran itu mengingatkan kita bahwasanya kita ini termasuk orang-orang yang bodoh karena kita lebih mementingkan sesuatu yang pendek daripada sesuatu yang panjang, sesuatu yang singkat daripada sesuatu yang abadi, sesuatu yang tidak berharga daripada sesuatu yang sangat berharga,

Oleh karenanya Imam Ghozali berkata kalau seumpama dunia ini berupa emas dan perak dan semua perhiasan tapi kita akan tinggal disana cuma 60 tahun 70 tahun, Sementara akhirat terbuat daripada batu tanah liat tapi selama-lamanya kita akan hidup disana tidak ada batas waktunya, Kira-kira kalau orang itu cerdas dia memilih yang mana? Mau pilih yang singkat tapi hebat mewah megah berhias dan lain sebagainya atau memilih akhirat yang cuma terbuat daripada lempung atau tanah liat, Kalau kita cerdas kita pilih yang mana? Pilih yang akhirat walaupun itu terbuat dari tanah lempung walaupun dari tanah liat, Apalagi yang di akhirat itu terbuat daripada emas dan permata,

Sementara di dunia terbuat dari batu bata, Buatnya juga tanpa instan, lama kita menunggunya, mengambil energy, Bisa jadi sesuatu yang kita buat di dunia kita buat sesuai dengan keinginan kita harapan kita mengambil waktu yang cukup lama begitu selesai kita mati, habislah dia, Itu yang terjadi,

Oleh karenanya فلا تغرنكم الحياة الدنيا ولا يغرنكم بالله الغرور  jadi hendaknya kamu jangan sampai tertipu dengan dunia dan jangan sampai kau tertipu dengan tipuan Allah SWT, Jadi artinya momentum yang terjadi kepada kita ada kebaikan ada keburukan, Kita tidur nyenyak itu kebaikan, Kita tidur dalam keadaan sedih, bangun-bangun terus, susah tidurnya itu adalah suatu keburukan, Tapi keduanya itu adalah sesuatu yang baik,

Begitu pula kita berbuat salah, kita berbuat dosa, kita berbuat nista, kita berbuat kedzaliman, kita berbuat hal yang melukai orang lain itu adalah sebuah hal yang terencana, Begitu pula sebaliknya, kita berangkat ke masjid, kita shalat jama’ah, kita menghadiri majelis taklim, kita datang pada ulama’, kita bersedekah, kita membantu orang lain, kita menjenguk orang sakit itu juga adalah sebuah momentum yang terencana, Di mana momentum yang terencana itu baik yang merupakan sebuah tindakan yang baik ataupun tindakan yang buruk itu semuanya kalau tidak direncanakan sebelumnya itu sedikit, Tapi banyak itu yang terencana, Bisa jadi karena lingkungan, karena terkait dengan orang,

Oleh karenanya lingkungan itu salah satu faktor yang paling utama orang itu baik atau tidak itu dari faktor lingkungan terutama teman, Jadi kalau kita itu mau lihat seseorang itu baik atau tidak itu tidak usah kita lihat bagaimana amanahnya, bagaimana agamanya, bagaimana istiqomahnya tidak usah, Tinggal lihat aja teman-temannya gimana, dia berada di lingkungan yang bagaimana, Jadi mudah sekali kita untuk memutuskan orang lain itu karena lingkungan itu nomor satu yang paling bisa merubah,

Oleh karenanya kenapa sih anak-anak pesantren itu dalam waktu yang singkat dia itu berubah, yang tadinya berani kepada orang tua berubah, yang tadinya pandai dia itu berbohong berubah, yang tadinya dia itu nakal jadi pendiam, yang tadinya begini akhirnya berubah, Karena lingkungannya di pesantren itu cepat merubah seseorang,

Jadi lingkungan itu adalah faktor utama perubahan dari kebaikan menuju keburukan atau sebaliknya dari keburukan menuju kebaikan, Itu semua tergantung pada kita, Tapi yang terencana itu lebih banyak, Oleh karena itu terkait dengan momentum yang terjadi pada manusia terencana kita harus mempersiapkannya dalam hal kalau keburukan kita persiapkan dengan

عرفت الشر لا للشر لكن لتوقيه ¯ ومن لا يعرف الشر من الخير يقع فيه

Artinya aku mengetahui dengan keburukan, Mempersiapkannya itu dengan apa kita harus tahu konsekuensinya apa akibatnya apa, Kalau saya melakukan dosa ini apa akibatnya, apa rasanya, sebesar apa, sebanding apa tidak dengan konsekuensinya dan sebagainya nah itu harus kita persiapkan,

Kita sudah jelaskan tadi bahwasanya suatu momentum yang terencana baik itu merupakan sebuah tindakan keburukan ataupun kebaikan tetap harus kita persiapkan, Kalau keburukan bagaimana kita mempersiapkannya, masak kita mempersiapkan sesuatu yang buruk? Tidak, Mempersiapkannya dengan kita itu evaluasi dulu, instropeksi dulu, kita pikir ulang dulu karena kita punya senjata yang Allah berikan yang sangat hebat yaitu pikiran, otak, akal, Akal kita itu hendaknya kita kedepankan gunakan sebelum kita bertindak, sebelum kita berucap, sebelum kita melintaskan suatu lintasan dalam hati kita pikir dulu baik apa tidak,

Oleh karena itu maka kita tahu kebaikan dan keburukan itu gunanya adalah supaya kita itu termotivasi untuk kebaikan untuk melakukannya dan termotivasi untuk menjauhi daripada perbuatan-perbuatan yang buruk,

Misalnya dari semenjak dini kita beritahukan kepada anak-anak bahwasanya tidak boleh berbicara yang bohong, Berbicara bohong itu kata Nabi SAW digambarkan dalam haditsnya itu akan tampak dari mulut orang yang berbohong itu bau yang sangat tidak enak diciumnya aroma yang sangat busuk yang bisa dicium dari batas perjalanan yang jauh sampai 1 mil sudah keciuman, Bagi orang tertentu itu bisa melihatnya, para waliyallah dan orang-orang yang diizini oleh Allah Ta’ala bisa menciumnya,

Kenapa digambarkan dengan gambaran semacam itu oleh Nabi SAW? Untuk kita memberikan gambaran kepada anak-anak, untuk memberikan gambaran kepada orang-orang yang masih dangkal keimanannya, Jadi kecerdasannya Nabi SAW dalam mengungkap itu seperti itu ya, Ada satu orang yang dia itu mau mengkonsumsi makanan bercampurkan tinta, misalnya cilok tapi dimasukkan ke tinta, Ada tidak yang mau makan? Kenapa? Karena nanti berupa warna mulutnya, Itu rasanya enak tapi berubah,

Ini bukan cuma berubah tapi berbau dan baunya itu sampai 1 mil keciuman baunya, Kita makan jengkol aja tidak boleh makruh hukumnya dalam Islam itu karena akan mengganggu orang lain bauny, Begitu pula pete ataupun rokok yang baunya itu bisa menimbulkan keresahan dan ktidak enakan bagi mereka yang tidak mengkonsumsi rokok tentunya, Itu kan sangat mengganggu apalagi orang berbohong,

Coba lihat kalau itu digambarkan kepada seorang anak dia itu akan cepat mengetahuinya, cepat meMahaminya oh berarti ini sesuatu yang buruk, sesuatu yang harus kita jauhi, Jadi itulah gambarannya kenapa kita itu diperintahkan untuk mengetahui yang baik maupun yang tidak baik, Yang baik supaya memotivasi untuk melakukannya, yang tidak baik supaya kita termotivasi untuk menjauhinya dan menyingkirkannya, Kemudian yang kedua terkait dengan momentum seorang manusia yang tidak terencana kita harus siap, Kenapa Nabi SAW mengajarkan doa kepada kita dan doa itu selalu kita baca dalam wirdul lathif dimana doa itu berbunyi begini :

اللهم إنّ نسألك من فجأة الخير وأعوذ بك من فجأة الشر

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu Ya Robb untuk diriku, untuk saudara-saudaraku, untuk kaum muslimin semuanya terutama para santri dan santriwati daripada hal-hal yang mengejutkan tapi yang jelek dan aku memohon kepada-Mu Ya Rabb berikan kami kejutan-kejutan tapi yang baik,

Kenapa diminta yang semacam itu? Karena momentum yang tidak terencana itu walaupun itu sedikit itu ada, Kapan terjadinya dan bagaimana terjadinya dan untuk apa Allah Ta’ala menentukan yang semacam itu, itu ada sesuatu yang harus kita pikirkan karena itulah artinya

أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Apakah mereka itu di dalam hatinya itu ada kuncinya sehingga mereka itu tidak bisa menggunakan hatinya itu untuk berpikir, أفلا تعقلون, أفلا تدبّرون, أفلا تتفكّرون Tidakkah kalian itu memikirkan, merenungkan, Tidakkah kalian itu mencermati dan lain sebagainya itu semuanya di tata oleh Allah Ta’ala untuk mengingatkan kita, Seorang manusia yang hebat itu adalah orang yang selalu bertanya pada dirinya, Beberapa waktu yang lalu sudah saya jelaskan bahwasanya kunci kesuksesan itu adalah bertanya, Kalau orang itu suka bertanya maka itu adalah orang yang calon sukses,

Oleh karenanya kesuksesan kita itu aman daripada azab kubur harus kita bisa menjawab pertanyaan, Kesuksesan kita di akhirat adalah kalau kita bisa menjawab pertanyaan juga, Apa itu? Hisab, Kalau itu tidak bisa berarti alamat bahwasanya kita itu akan sengsara hidupnya, Jadi kita harus banyak bertanya supaya kita itu mudah untuk menjawab setiap pertanyaan yang ditanya kepada kita, Itulah kunci kesuksesan yang saya maksud itu, ya paling tidak kenapa, sampai kapan itu harus ada dalam pikiran kita,

Oleh karena itu maka yang pertama kita bahas kapan terjadinya kejutan-kejutan ini, Jawabannya cuma satu, tidak ada yang lainnya, Apa itu? Allahu a’lam Allah yang tahu, Artinya kalau kita mau cari kapan terjadinya kita mau teliti sulit untuk kita itu menelitinya, Tinggalkan sesuatu yang tidak ada artinya karena ketentuan Allah itu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah dan orang-orang tertentu tentunya yang mendapatkan izin daripada Allah Ta’ala, Pasrah kepada Allah terkait dengan yang pertama ini kita pasrah pada Allah,

Tapi yang pasti kita harus tahu bahwasanya tidak ada yang menyayangi kita melebihi daripada Allah, Allah lebih sayang kepada kita melebihi orang tua? Lebih, Allah lebih sayang kepada kita lebih daripada Nabi Muhammad kepada umatnya? Lebih, Allah melebihi daripada sifat kasih sayang siapapun bahkan kasih sayang Nabi Muhammad kepada umatnya yang luar biasa itu, kasih sayangnya orang tua terhadap anak-anaknya, kasih sayang seorang suami terhadap istrinya begitu pula sebaliknya, kasih sayang seorang sahabat kepada sahabat karibnya itu ternyata kasih sayang yang Allah munculkan dari satu rohmat yang Allah turunkan di muka bumi ini,

Karena satu rohmat Nabi Muhammad mencintai umatnya, karena satu rohmat yang Allah turunkan kemudian suami istri itu saling mencintai saling mengasihi, dua sahabat saling mengasihi dan saling mencintai begitu pula mereka para orang tua mencintai anak-anaknya itu kan dari satu rahmat sedangkan di dalam diri Allah Ta’ala masih ada 99 rahmat,

Oleh karenanya kita yakinkan pada anak-anak kita, kepada kita khususnya bahwasanya semua ketentuan Allah walaupun itu kejutan tetap itu yang terbaik buat kita, Jadi tidak usah kita punya perasaan apa ya kejutan hari ini, oh ternyata hari kemaren kejutannya begini lalu besok apa ya, tidak usah, Serahkan kepada Allah, pasrah, tidak usah dipikirkan,

Kalau dipikirkan akhirnya bikin stres karena banyak hal yang harus kita pikirkan terutama bagi kalian para santri besok program jadwal apa yang harus kita ikuti, materinya bagaimana, kitabnya sudah siap tidak, kita itu harus muroja’ah dulu sebelum kita itu belajar, Itu harus kita pikirkan, itu membutuhkan energi, Ngapain kita pikirkan sesuatu kejutan besok apa ya, tidak usah, Bahkan belum sempat ulama itu menulis kitab tentang kejutan-kejutan baik kejutan-kejutan buruk tidak ada,

Tapi ada doanya, Nabi SAW mengajarkan pada kita :

اللهم إنّ نسألك من فجأة الخير وأعوذ بك من فجأة الشر

Ya Allah berikan kita kejutan-kejutan yang baik tapi lindungi kami Ya Allah daripada kejutan-kejutan yang tidak baik, Tiba-tiba kita melihat ada sesuatu yang bikin marah kita, tiba-tiba kita mendapat kabar gembira, Setiap orang pasti ada, Itu yang pertama, Kapan terjadinya? Jawabannya Allah yang tahu,

Yang kedua kenapa harus terjadi kejutan itu? Kenapa harus terjadi kejutan yang tidak baik kepada kita? Supaya kita tahu bahwasanya kita ini manusia yang diatur bukan yang mengatur, yang dikuasai bukan yang menguasai, yang diberi bukan yang memberi, yang merasakan bukan yang memberikan perasaan, yang mendapatkan anugerah bukan yang memberikan anugerah, yang tidak berkuasa, yang naif, yang lemah, yang untuk dirinya saja banyak hal-hal harapan yang tidak bisa terlaksana, Itu sisi sebelahnya separuhnya seperti itu isinya, Kalau ada kejutan-kejutan yang tidak baik maka kita paham, Sehebat-hebatnya kita pasti ada kejutan-kejutan yang tidak baik yang terjadi pada kita untuk menyadarkan kita bahwa kita ini tidak mampu,

Orang yang hebat itu ketika dia itu sudah beriring dengan umurnya sudah tua dia akan lemah, beriring dengan sakitnya yang tiba kepadanya yang tampak kepadanya, yang datang kepadanya dia akan lemah, Ketika dia itu terperosok ke dalam suatu permasalahan dia stres dia akan lemah,

Oleh karena itu jadi jangan sampai kita itu merasa congkak, Ketika merasa congkak, bisa jadi kejutan itu ada, Kejutan-kejutan yang tidak baik itu ada supaya kita tahu bahwasanya kita ini adalah seorang hamba yang diatur, Mengatasi permasalah kita saja tidak mampu apalagi mengatasi permasalahannya orang lain, Ista’min ada saya, Itu kebiasaan anak pondok begitu kan, Selalu tanya begini, Siapa kita? Mengatasi kebelet aja tidak bisa, Kalau kamu mencret saja kamu tidak bisa mengatasi, Bahkan lihat bagaimana Sayyidina Ibn Atho’illah, dia mengatakan :

إنّ من شقاوة العباد أن يتمنّى معاملة أخيه له مثل ما يتمنّى و هو يعلم أنّ في نفسه لا يجد بعض ما يريد

Termasuk di antara tanda-tanda seorang hamba itu adalah seorang yang bakal sengsara hidupnya ketika dia itu berharap setiap orang memperlakukannya seperti yang diinginkannya, Itu pertanda orang-orang yang tidak bakal bahagia, orang-orang yang bakal tidak sukses, orang yang bakal sengsara itu, Bagaimana dia itu berharap seperti itu dan itu akan terjadi pada dirinya dari orang lain, dari dirinya saja dulu, Berapa banyak harapan kita terkait dengan diri kita itu yang tidak terlaksana,

Satu contoh mohon maaf ketika kita berkaca itu lebih banyak kecewanya apa senangnya? Pertanyaan itu dijawab pertanyaan lagi kenapa kamu berkaca? Karena kita merasa tidak sempurna takut sampai kelihatan orang dalam keadaan tidak sempurna itu, Siapa tahu disini ada upilnya kelihatan calon kita, tunangan kita malu kita kan, Makanya orang itu ngaca karena dia itu merasa dirinya kurang sempurna,

Itulah makanya orang banyak melihat ke kaca lebih banyak kecewa, Kapan kita itu berkaca? Waktu pakai bedak karena dia itu kecewa dengan kulitnya yang hitam diputihkan dengan bedak, Dia tidak merasa cukup dengan hitam yang ada di matanya dipakein lensa, Padahal hitam itu bagus karena cocok dengan kulitnya, Kulitnya sawo mateng matanya ungu atau biru kan jadi aneh melihatnya, Kayak kucing ya matanya, Jangan marah kalau kita bilang begitu karena setiap orang itu merasa aneh dengan sesuatu yang tidak pantas, Jadi ciptaan Allah itu hebat kontras pas persis, Apapun ciptaan Allah terbaik sudah,

لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Kami ciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, (At Tiin: 4)

Perorangan ya, per individu, Jangan dibandingkan, Kalau dibandingkan itu ujian Allah Ta’ala untuk dirinya tapi dibalik ujian itu ada sebuah ketentuan, Ketentuannya setiap orang ada kekurangannya dan kelebihannya, Kita melihat kaca kenapa kita pakai bedak? Karena kita kecewa sama kulitnya, Kita melihat kaca kenapa kita pakai eyeshadow? Karena kita kecewa dengan warna kulit yang ada di matanya kita pengen seperti dulu, Kenapa sih bibir itu di merah-merahin sampai kita beli yang merah-merah dan sebagainya itu kan palsu, Ngapain kita pakai yang palsu, Ini kan sifatnya perempuan pengen jadi cantik seperti orang lain padahal pada dasarnya semua perempuan itu cantik,

Cuma cantik itu bukan yang dhohir, Cantik itu di batin, Keluarkan dari hatinya, Kalau hatinya itu bersih, dia dekat dengan Allah Ta’ala dengan sendirinya auranya akan tampak, Tapi ini tidak, Dia ingin jadi seperti orang lain, Makanya biasanya perempuan yang seperti itu biasanya paling takut sama air hujan, Kenapa? Kalau hujannya jatuh, hilang sudah bedaknya jadi tergores, Yang tadinya putih akhirnya kembali lagi hitam, Itu hati-hati makanya,

Jadi diri sendiri karena orang itu tidak hanya melihat kecantikan dari dhohir tapi orang itu akan melihat kecantikan itu dhohir dan batin, Ketika kita melihat kulit tidak seperti orang lain yang kita lihat cantik menarik sehingga kita itu beli bedak, Salah kalau kita mengatakan kenapa beli bedak? Supaya seger aja, Tidak mungkin supaya segar, Kalau buat segar mandi aja, Pakai bedak itu supaya kulitnya kelihatan tampah putih, tambah bersih, tambah kinclong, tambah bening pokoknya tambah tambah gitu lah, Coba tidak usah usah beli bedak wardah, bedak Elizabeth, Mahal harganya, Terus gimana? Lihat kaca terus pukul gini, Dia di kaca, hidungnya kok pesek sampai pakai jepitan mau tidur begitu bangun dia langsung lihat kacanya keliatan merah banget, Jadi banyak di dalam diri kita itu harapan yang terkait dengan kita saja itu tidak terlaksana bagaimana kita akan berharap kepada orang lain seperti harapan kita tidak mungkin itu akan terjadi,

Oleh karena itu pahami bahwasanya Allah memberikan momentum-momentum yang tidak terencanakan itu supaya kita tahu bahwasanya setiap orang itu pada batasnya, Batas yang sesuai dengan yang Allah tentukan, Allah tanpa batas, manusia ada batasnya, Kecerdasannya ada batasnya, keberaniannya ada batasnya, kekuatannya ada batasnya, kecantikannya ada batasnya,

وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui. (Yusuf; 76)

Di atas langit ada langit lagi dan begitu seterusnya, Kemudian kenapa Allah memberikan kejutan-kejutan yang baik, Setiap orang pasti ada kejutan yang baik, Lagi termenung sedih mikirin jodohnya kok belum datang juga, Tidak taunya datang satu orang eh tadi ada orang tanya kamu loh, Kaget dia, Di bilang gitu aja udah kaget kan, Kejutan yang baik, Dari kejutan itu akhirnya jadian sampai akhirnya dia menikah misalnya,

Kenapa harus ada kejutan kebaikan? Untuk memotivasi supaya kita lebih berharap pada Allah SWT karena Allah bisa memberikan kepada hamba-Nya dengan tanpa batas di antaranya kejutan itu, di antara kejutan ya bolehlah kita ceritakan kenapa Nabi Muhammad itu bersabda begini sholawat kalau dibaca sama orang yang tidak punya akan menyebabkan dia itu mendapatkan rizki langsung turun dari langit, Sholawat kalau dibaca sama orang kaya akan memberkati kekayaannya,

Apa maksudnya Nabi SAW mengatakan demikian? Kenapa Nabi SAW memberikan penjelasan yang semacam itu? Supaya memberikan kita harapan, Tidak ada yang tidak mungkin kalau sudah terkait dengan Allah karena rahmatnya Allah tanpa batas, tanpa batas karunia Allah, tanpa batas harapan kita pada Allah,

Silahkan kita mau jadi wali, mau jadi wali qutub silahkan kalau itu terkait dengan Allah, Allah Maha Mampu, إنّ الله على كلّ شيء قدير Allah Ta’ala itu terhadap segala sesuatu mampu mau bikin apa saja mampu, Ada ustad kita berdoa pada Allah Ta’ala karena kita merasa wajah kita jelek dalam waktu sehari bisa berubah menjadi cantik misalnya? Bisa, Ada kejadiannya,

Ingat tidak Nabi Musa AS pernah beliau itu disinggung oleh Nabi Muhammad SAW seorang sahabatnya, Seorang sahabat melakukan sesuatu yang bikin senang Nabi SAW, Akhirnya Nabi SAW mengatakan أطلب ما شئت mintalah apa saja, Maka dia termasuk orang yang kurang pintar kurang cerdas sehingga yang dimintanya itu sesuatu yang remeh, Apa yang dimintanya? Yang dimintanya begini,

“Ya Rasulullah aku minta beberapa ekor unta, beberapa ekor kambing sama budak untuk menjaganya”, “Itu saja? Tidak ada yang lainnya?”

“Tidak ada Ya Rasulullah, Cukup itu saja, Itu sudah pemberian luar biasa darimu Ya Rasulullah dan aku bersyukur kepadamu Ya Rasulullah”, “Sudah tidak ada yang lainnya?”

“Sudah, Ya Rasulullah”, Kata Nabi SAW :

لصاحبة موسى أفضل منك

Temennya Musa itu lebih baik daripada kamu, Ketika sudah diberikan apa yang diminta maka sahabat Nabi bertanya, “Ya Rasulullah engkau tadi mengatakan temannya Musa itu lebih baik daripada aku, Apa yang terjadi?”

Ketika Nabi Musa itu diperintahkan untuk mencari peninggalannya Sulaiman peninggalannya Nabi Yusuf yang ada di kotak itu maka satu-satunya yang tahu di mana letaknya tabut itu adalah seorang wanita tua buta lagi matanya, Maka dia itu pergi ke wanita tua tersebut karena diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk dikeluarkannya lagi menampakkannya lagi,

Berangkatlah dia pada perempuan tua itu dan dia berkata, “Wahai perempuan tua tolong beritahukan aku di mana letaknya tabut itu peninggalannya para nabi itu”, Akhirnya si wanita tua itu berkata begini, “Wahai Nabi Musa ini adalah suatu pekerjaan yang dengan upah atau tanpa upah?”

Cerdas kan? Jadi kita jangan jadi orang blo’on, Dalam segala hal harus cerdas, Ini contohnya, Bisa jadi kesempatan itu tidak terulang, bisa jadi tidak datang lagi, Akhirnya kata Nabi Musa, “Iya dengan upah, Silakan engkau minta apa yang menjadi permintaanmu”,

“Bolehkah aku minta 3 permintaan baru aku akan memberitahukan di mana letaknya tabut itu”, “Iya silahkan, Aku akan memohonkan pada Allah Ta’ala”,

“Yang pertama mintalah kepada Allah supaya aku kembali muda, yang kedua mintakan kepada Allah Ta’ala supaya aku bisa melihat lagi , yang ketiga mintakan kepada Allah supaya aku bisa menemanimu nanti di surga”,

Ini kan hebat, Ini yang dimaksud Nabi SAW لصاحبة موسى أفضل منك ,

Akhirnya diminta pada Allah Ta’ala semua permintaannya di kabulkan, Yang tadinya tua jadi muda, kuat lagi, Ketika ditanya kenapa engkau meminta muda jawabannya supaya aku bisa menemanimu dan bisa berjuang denganmu, Kenapa meminta supaya mata kamu itu bisa melihat lagi? Apa jawabannya? Supaya aku bisa memandang wajah nabi daripada nabiku yaitu engkau Nabi Musa dan yang terakhir aku minta supaya aku menemanimu kelak nanti di surga, Itu kan luar biasa permintaannya,

Bisa kan dari tua jadi muda, bisa dari jelek ke cantik atau cantik ke jelek, Makanya kan Sayyidina Umar itu berkata begini شاوروهنّ و خالفوهنّ فإنّ في مخالفتهنّ بركة Hendaknya perempuan itu diajak musyawarah, Ibu kita diajak musyawarah, saudari perempuan kita diajak musyawarah tapi apa yang diputuskan oleh perempuan itu jangan diikuti, Ikuti yang sebaliknya di situ ada keberkahan katanya Sayyidina Umar begitu, Subhanallah ini ada implementasinya, buktinya, Ada seorang wali yang mempunyai istri, Wali itu berkata kepada istrinya semalam aku bermimpi aku diberikan kesempatan berdoa pada Allah Ta’ala dengan 3 doa pasti dikabulkan, Ngomong dulu sama istrinya,

Akhirnya katanya istrinya, “Kalau begitu minta kepada Allah Ta’ala supaya aku jadi cantik lagi, muda lagi kan kamu yang menikmatinya, Seneng kan kamu, Di dunia sudah seneng, di akhirat nanti kita seneng lagi”,

Minta pada Allah Ta’ala dengan 1 permintaan yang pertama, Cantik dia, Begitu dia cantik melihat kaca terus, Begitu ngeliat kaca kok melihat suaminya udah tua udah peot udah jelek dan lain sebagainya akhirnya namanya perempuan kan suka membatidakan dirinya, suka menampilkan dirinya, suka berdandan dan sebagainya akhirnya dia keluar terus, Marah suaminya, “Kamu cantik untukku kok malah kamu itu keluar terus dan sebagainya”, “Biarin aja abis kamu jelek,” katanya istrinya,

Akhirnya marah suaminya dari saking marahnya didoakan semoga kamu jadi anjing, Jadi anjing istrinya, Akhirnya doa kedua sudah dipakai, Tinggal satu kan, Akhirnya setelah jadi anjing istrinya, akhirnya dia nyesal sampai nangis-nangis sujud-sujud di depan suaminya sambil berkata tolong maafkan aku suamiku, kembalikan aku seperti semula aja,

Akhirnya tapi janji ya jangan gitu lagi, Lalu minta pada Allah Ta’ala jadi seperti semula, habis doa 3, Tidak dapat harta, tidak dapat akhirat karena musyawaroh kepada perempuan, Jadi katanya Sayyidina Umar bin Khottob begitu,

Tapi bukan semua hal ini bukan secara keseluruhan, Kebanyakan yang diinginkan perempuan itu adalah yang terkait dengan hawa nafsu, Kenapa demikian? Karena memang perempuan itu tercipta sebagai fitnah bagi laki-laki, Nabi SAW bersabda :

ما تركت فتنة أشدّ على الرجال أمّتي من النساء

مسند ابن أبي شيبة (1/  119)

مَا تَرَكْتُ فِتْنَةً عَلَى أُمَّتِي [ص:120] أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ»

“Aku tidak pernah meninggalkan fitnah yang lebih dahsyat pada laki-laki umatku melebihi daripada perempuan”

Jadi maksudnya tujuannya adalah menimbulkan harapan kita pada Allah Ta’ala, Jadi setiap waktu berdoa kepada Allah Ta’ala, Meminta yang baik-baik pada Allah Ta’ala karena kejutan itu pasti ada, Sebagaimana orang-orang dapat kejutan maka kita pun juga akan ada kejutan, Semoga kejutan yang terjadi pada kita selalu kejutan kebaikan demi kebaikan, Caranya bagaimana? Caranya posisikan diri kita di dalam posisi dimana Allah ridho kepada kita, Ketika kita berada dalam posisi itu maka yang terjadi seperti yang terjadi kepada manusia, Kapan orang itu memberikan surprise dan siapa yang memberikan surprise, Orang yang memberikan surprise itu adalah orang yang cinta kepada seseorang, Surprise itu selalu datang dari orang-orang yang mencintainya, Suami untuk istri, orang tua untuk anak, Juga surprise ulang tahun ketika dibangunkan diucapkan selamat ulang tahun dikasih sesuatu hadiah yang wah,

Situasi yang seperti itu hanya diberikan kepada orang yang dicintai, Jarang sekali kepada orang yang tidak dicintai, Hanya orang-orang yang dekat kepadanya, Jarang sekali kepada orang yang jauh, Katanya kalau kita ingin mendapatkan kejutan-kejutan yang baik posisikan diri kita di dalam posisi dimana Allah ridho kepada kita, jangan posisikan diri kita di dalam posisi dimana Allah akan murka kepada kita,Semoga kita selalu mendapatkan kejutan kebaikan demi kebaikan sehingga kita termasuk yang bahagia bukan cuma di dunia tapi bahagia dunia bahagia, di alam kubur kita bahagia, dalam masyarakat kita bahagia sampai kita melewati shirot bersama Nabi Muhammad dan bahagia ketika kita berada di akhirat karena kita bersumber dengan Nabi Muhammad, Amin ya robbal alamin,

Ustad Segaf Baharun

Hilyah.id

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *