Dampak dari Maksiat

  • Whatsapp

Orang yang bermaksiat tidak akan mengetahui kebaikan yang diberikan oleh dzat yang maha memberi kebaikan, oleh karena itu dia berani berbuat kemaksiatan. Dan orang yang suka berbuat maksiat tidak mungkin bisa mengetahui atau mengerti kebaikannya, dan ia tidak mungkin mengetahui kedudukan dzat yang maha memberi jika ia tidak mau mengamati dan memperhatikannya.

Tidak akan beruntung orang-orang yang disibukkan oleh selain Allah SWT sedangkan ia mengetahui bahwa nafsu selalu mengajaknya kepada kehancuran namun masih ia ikuti, dan ia mengetahui bahwa hati nurani selalu mengajaknya kepada kebaikan malah ia berbuat maksiat, dan bahkan ia mengetahui kedudukan dzat yang ia maksiati (durhakai) tapi tetap saja ia bermaksiat – padahal andaikan ia mengetahui sifat-sifat keagungan Tuhannya niscaya ia tidak akan berbuat maksiat – dan ia pun mengetahui bahwa Tuhan nya dekat bersamanya dan mengawasinya tapi masih saja melanggar larangannya, dan ia juga mengetahui efek dari berbuat dosa baik itu di dunia atau di akhirat dan baik itu samar (tak tampak) atau tampak namun ia masih tidak punya rasa malu dihadapan Tuhan nya, seandainya ia tahu bahwa dirinya senantiasa berada dalam genggamannya niscaya ia tidak akan pernah berani bermaksiat kepada-nya.

Ketahuilah bahwa kemaksiatan mengandung makna merusak janji kita dengan Allah SWT, melapakan hubungan cinta kita kepada Allah SWT, mengutamakan selain Allah, mengikuti hawa nafsu, melepas rasa malunya, dan melawan Allah dengan melakukan sesuatu yang tidak diridhoinya.

Selain itu, terdapat dampak-dampak eksternal diantaranya ,seperti : terlihat suram, tidak mudah menangis karena terharu, malas berbuat baik, tidak menjaga kehormatan diri, selalu menuruti hawa nafsunya, dan hilangnya cahaya ketaatan.
Dan dampak-dampak internal, seperti : keras kepala, hati keras, jiwa yang selalu menentang, dirinya dipenuhi syahwat, hilangnya kenikmatan melakukan ketaatan, banyaknya penghalang yang menghalangi terpancarnya Nur/cahaya, berkuasanya hawa nafsu, dan masih banyak lagi, seperti: hati selalu ragu-ragu, lupa kalau nanti kan kembali menghadap Alloh, dan lamanya penghitungan amal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *