Cukuplah sebagai teguran nasehat teruntuk kita

  • Whatsapp

Sesungguhnya apabila engkau melakukan ketaatan maka engkau disebut sebagai orang baik yang diterima (oleh Allah), Adapun bila kau mengerjakan kemaksiatan maka sebutanmu sebagai seorang yang baik tadi berubah menjadi orang buruk yang berpaling (dari Allah), oleh karena itu, cukuplah seseorang itu disebut sebagai ahli maksiat dengan hanya perubahan sebutan dari seorang yang baik manjadi seorang yang buruk.
Hal tersebut hanya dengan berganti nya sebutan, lalu bagaimana jadinya jika yang berubah adalah efek atau dampak nya?, dari yang merasakan nikmat dan manisnya ketaatan menjadi merasakan nikmat dan manisnya kemaksiatan, dan dari merasakan nikmatnya melayani Allah menjadi nikmat mengikuti syahwatnya??.
Terus bagaimana jika yang berubah/berganti adalah sifat?, yang setelah Allah Swt mensifatimu dengan berbagai sifat baik, kemudian berbalik 180 derajat, engkau menjadi seorang yang disifati oleh Allah Swt dengan berbagai sifat keburukan.
Lalu bagaimana lagi jika yang berganti adalah kedudukanmu disisi Allah?, yang setelah engkau tergolong sebagai orang yang soleh disisi Allah kemudian engkau menjadi seseorang yang termasuk orang-orang yang menyebabkan kerusakan (dimuka bumi), dan yang tadinya engkau termasuk orang-orang yang dipercaya disisi Allah lalu kau menjadi seseorang yang tergolong orang-orang yang berkhianat (kepada Allah).
Apabila terbuka dihadapanmu dan terlihat berbagai macam dosa yang telah kau lakukan, maka mohonlah! bantuan serta pertolongan kepada Allah Swt dan taburlah! pasir diatas kepalamu seraya berdo’a :
“اللهم انقلني من ذلّ المعصية إلى عزّ الطاعة”
“Wahai Tuhanku, pindahkanlah aku dari hinanya kemaksiatan menuju mulianya ketaatan”.
Dan berziarahlah kemakam-makam (maqbaroh) para waliyullah dan para orang-orang sholeh dan katakanlah! : يا أرحم الراحمين.
Apakah engkau ingin melawan nafsumu sedangkan engkau memperkuat nafsu dengan syahwat sehingga ia mengalahkanmu?? Bukankah kau begitu bodoh!?, Hati itu ibarat pohon yang diairi dengan air ketaatan, dan buahnya adalah segala yang didapat dari apa yang berkaitan dengan pohon tersebut.
Buah dari mata adalah kemampuannya untuk merenungi segala yang ia lihat, dan buahnya telinga adalah mendengarkan Al-qur’an, dan buahnya lisan adalah berdzikir kepada Allah Swt, lalu buahnya kedua tangan serta kaki ialah melakukan kebaikan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *