ABUYA HASAN BAHARUN, VISIONER & INSPIRATIF

  • Whatsapp

ABUYA HASAN BAHARUN, VISIONER & INSPIRATIF
Oleh: Imaduddin

Ahad, 11 September 2022 merupakan momentum penting bagi Dalwa sebagai institusi Pesantren, karena tepat pada hari itu diadakan HAUL Abuya Hasan Baharun yang ke – 24 di ISTIQLAL, masjid negara, Ibukota Jakarta, menunjukkan kegiatan ber-Level Nasional, tentu saja dihadiri jama’ah dari berbagai penjuru Nusantara bahkan luar negeri.
Haul Nasional mengingatkan tentang sisi lain Abuya sebagai Murabbi, khususnya yang terkait dengan Visi, cita-cita & pemikiran Abuya Hasan Baharun tentang menyatukan semua eleman Bangsa, baik dari Ulama, Habaib, Kyai, Ust, pejabat agar bersatu, tidak terpecah belah.

Visioner dan gagasan brilian tersebut menunjukkan gambaran sosok Abuya sebagai pemikir besar yang berwawasan, berpandangan dan berpengalaman luas dan jernih terkait kebangsaan, Ilmu yang mendalam serta memiliki jiwa kasih sayang, Rahmah yang besar kepada Ummat Rasulullah (kisah ini sangat banyak). Sebuah Visi keummatan yang diwarisi dari kakek Beliau, baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Abuya Hasan Baharun berkeinginan membuat rumah besar yang dapat menampung dan sebagai tempat kembali bagi anak-anak negeri yang lelah menghadapi problematika kehidupan berbangsa & bernegara dengan latar belakang beda Ormas keagamaan, beda pandangan Politik, beda Profesi, dll, sehingga bisa bersama-sama bergotong royong membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Pandangan Visioner Abuya Hasan Baharun diwariskan dan diteruskan serta dikembangkan oleh semua putra dan putri beliau yang melanjutkan estafet berikutnya perjuangan dan dakwah meneruskan Syiar Risalah Nubuwwah yaitu Abuya Zain Baharun, Al habib Dr. Segaf Baharun, M.HI, Al habib Ali Baharun, Al habib Husein Baharun, Ummu Bagir.

Abuya Zain bin Hasan Baharun sebagai penerus Abuya Hasan Baharun dan pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah bersama segenap Majlis Keluarga Abna Abuya Hasan Baharun menerjemahkan Visi Abuya Hasan Baharun dalam banyak kiprah dan Karya dengan mengembangkan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, sehingga menggaung di tingkat Nasional dan Internasional dengan segala kiprah dan Peran Alumni diberbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivis Dakwah, Pendidikan, Akademisi, politisi, pebisnis, birokrat, militer dan kepolisian, dll.

Dengan Aktivitas dan Profesi Alumni yang variatif, menunjukkan kiprah alumni yang signifikan dalam membangun bangsa, tentu semuanya dalam bingkai dakwah. Semua itu sesuai amanah Abuya Zain Baharun bahwa Toriqah Dakwah Dalwa adalah mengajar. Apapun profesi dan aktivitas Alumni, mereka wajib mengajar, sebagai pengikat hubungan Guru dan Murid dan kontrol dalam beraktifitas, yang paling penting adalah dengan mengajar akan mendapatkan keridhaan para guru sehingga hidup menjadi berkah.

Tidak heran jika perkembangan pondok pesantren Darullughah Wadda’wah begitu pesat dengan jumlah santri sebanyak 15.000 santri berasal dari seluruh Penjuru Nusantara dan Mancanegara.
Begitu juga dengan segala fasilitas Modern yang memberikan kenyamanan dan kemudahan serta mendukung santri untuk belajar dengan harapan agar santri mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan negara.

Ketika teringat, apalagi menyebut nama Abuya Hasan Baharun, siapapun yang pernah bermuamalah, apalagi Alumni Dalwa, pasti akan tergambar jelas sosok yang Visioner, Pemersatu dan menentramkan. Di majelis Abuya, semua hadirin merasa dihargai, diperhatikan dan dihormati.
Banyak sisi kehidupan Abuya yang bisa dijadikan Qudwah kehidupan. Salah satu Qudwah dan buah fikiran Abuya Hasan Baharun terkait Konteks kebangsaan yang sering disampaikan Abuya Zain Baharun ialah:
1. agar berpartisipasi dan berkontribusi dalam membangun bangsa dengan peran dan keahlian masing-masing.
2. Jika ingin menyampaikan masukan dan kritik kepada siapapun, termasuk penguasa, maka:
a. Sampaikan secara langsung secara pribadi, jangan di depan umum.
b. Jika berpidato di depan Umum, jangan memuji apalagi mengkritik dengan menyebut nama dan Institutusi.
c. Jalin kedekatan dengan penguasa secara personal tanpa ekspose media (mastur), sehingga diharapkan “bisa mencubit tapi tidak marah, karena ada hubungan emosional”

Bagi Alumni Dalwa, kiranya cukuplah Abuya Hasan Baharun sebagai Guru dan Orangtua serta Qudwah dalam berdakwah dan bermuamalah. Pesan Abuya yang selalu terngiang bagi Alumni adalah bahwa Thoriqah Dakwah Dalwa adalah dengan Mengajar, karena itu alumni wajib mengajar sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Rambu-rambu Berdakwah yang disusun Abuya Hasan Baharun Tentu saja “kadang-kadang” memerlukan improvisasi ketika di lapangan menuntut ijtihad yang sesuai situasi dan kondisi.
Moment Haul Nasional ini, insyAllah mampu menghadirkan kesejukan, kedamaian dan persatuan anak bangsa.

Doa Hadirin dan Keberkahan Shohibul Haul, Abuya Hasan Baharun semoga selalu turun melingkupi Bangsa Indonesia
InsyaAllah “beliau-beliau di alam Arwah” tidak tinggal diam melihat kondisi anak bangsa yang ingin keluar dari problematika kehidupan yang terasa berat membebani sisi-sisi kehidupan.
Semoga Indonesia selalu makmur, jaya dan berkah di bawah pemimpin yang Berketuhanan, adil dan beradab.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *